Selamat Datang di Cerita KakMans. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya untuk mengunjungi dan membaca blog saya. ^_^ CERITA KAKMANS: August 2016

Tuesday, August 23, 2016

Kita Kan Slalu Bersama : Pengagum Rahasia

Hallo sahabat blogger, kita bertemu lagi nih. Hehehe, kali ini saya akan posting sebuah cerita. Cerita ini adalah bagian dari cerita Kita Kan Slalu Bersama yang sudah saya bagikan sebelumnya. Masih ingatkan ceritanya? Itu loh cerita yang saya tulis berdasarkan mimpi saya. Tapi kali ini ceritanya tidak berdasarkan mimpi saya. Sebab saya merasa tertarik sekali dengan cerita itu. Dan saya juga akan membuat alur cerita itu menjadi lebih jauh lagi. Mungkin cerita yang nanti akan saya tulis hanyalah sebuah bagian dari cerita ‘Kita Kan Slalu Bersama : Story In A Dream’. Okehlah gak usah basa-basi lagi, berikut adalah ceritanya.


KITA KAN SLALU BERSAMA
‘PENGAGUM RAHASIA’

Hari ini Vina sedang bersiap-siap untuk Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa disekolahnya. Meskipun disekolahnya memang tidak diadakan ospek, tapi para siswa dan siswa baru wajib mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Biasanya sih Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa diadakannya seminggu setelah mulai masuk sekolah. Meskipun Vina merasa takut, tapi dia tetap harus mengikutinya. Apalagi yang memimpin adalah anggota TNI langsung. Bukan hanya itu aja, nanti juga akan ada serah jabatan OSIS lama untuk OSIS baru.

Anggota OSIS juga mengikuti ini, meskipun hanya menjadi panitia saja. Sedangkan para guru hanya memantau para siswa dan siswinya. Vina merasa dia sudah terlambat untuk datang ke sekolah, sebab hari ini dia bangun kesiangan. Vina buru-buru memakai seragamnya, lalu berpamitan kepada orang tuanya, dan dia langsung berangkat ke sekolahnya. Sesampainya disekolah, ternyata ada kakak kelas perempuan yang sudah menunggunya.

“Maaf kak, saya terlambat.” Ucap Vina

“Kamu dari mana aja? Kamu tau jam berapa sekarang? Sekolah disini harus disiplin. Sedangkan kamu baru masuk aja udah gak disiplin.” Jawab kakak kelas yang bernama Dena

“Iya kak, sekali lagi saya mohon maaf kak.” Kata Vina

“Kamu kakak maafkan, tapi kamu tetap harus menjalankan hukuman kamu.” Jawab Dena

“Baik kak, kalau gitu apa hukumannya?.” Tanya Vina

“Kamu ambil posisi push up, lalu lakukan push up sebanyak 15 kali.” Jawab Dena

Vina menerima hukuman yang dia dapatkan. Kemudian dia langsung mengambil gerakan untuk push up. Namun ketika Vina ingin memulai melakukan push up, tiba-tiba datanglah seorang kakak kelas laki-laki yang bernama Fathur.

“Dena, lu ini apa-apaan sih?.” Kata kakak kelas itu

“Tapi dia kan datangnya terlambat.” Jawab Dena

“Kamu berdiri, kamu segera masuk ke barisan kamu.” Suruh Fathur untuk Vina

“Tapi aku kan terlambat kak.” Jawab Vina

“Kamu masuk kelompok mana?.” Tanya Fathur

“Aku masuk kelompok Sulawesi kak.” Jawab Vina

“Kakak adalah pemimpin kelompok itu. Jadi kamu bebas dari hukuman, lebih baik kamu segera masuk barisan kamu.” Suruh Fathur, dan membuat Vina terdiam

“Hmm, terima kasih kak.” Jawab Vina dan segera masuk barisan

“Thur, tapi kan gua juga pemimpin kelompok itu. Lagian dia juga datang terlambat. Dan dia juga harus mendapat konsekuensinya lah.” Kata Dena

“Dia pasti akan dapat konsekuensinya, namun kita gak berhak melakukan hukuman itu.” Jawab Fathur

“Tapi tahun lalukan kita diperlakukan lebih buruk sama kakak kelas kita.” Kata Dena

“Terus lu mau balas dendam gitu?.” Tanya Fathur

“Bukan itu maksud gua. Gua Cuma mau mendisiplinkan murid-murid baru aja.” Jawab Dena

“Kalau semua pemimpin kelompok dari OSIS berpikiran seperti itu, maka kasus balas dendam untuk murid-murid baru yang berikutnya akan terus berlanjut. Dan nanti sekolah kita akan dikenal dengan kasus senioritasnya. Tujuan gua masuk OSIS karena gua ingin menghapus itu. Kalau ada yang tidak disiplin, maka biarkan pihak sekolah yang menghukumnya, bukannya OSIS. Kedudukan murid-murid baru, OSIS, dan seluruh siswa disekolah kita adalah sama, yaitu seorang pelajar. Jadi, apakah pantas seorang pelajar menghukum pelajar? Belum tentu juga kita lebih baik daripada mereka. Dan lu juga harus ingat, peran OSIS di LDKS tahun ini hanyalah sebagai panitia saja. Jadi kita harus memastikan kelancaran jalannya LDKS tahun ini.” Kata Fathur

“Sebenarnya gua gak ingin dipasangkan menjadi pemimpin kelompok bersama lu. Sebab gua gak ingin mendengar perkataan lu yang terkadang ada benarnya juga.” Jawab Dena

“Gua juga gak ingin dipasangkan sama lu. Tapi kita adalah calon ketua OSIS dan wakil OSIS. Jadi kita harus bisa bekerja sama dengan baik. Gua juga pengen lihat lu marah-marah nanti. Sebab ketika lu marah, lu justru terlihat semakin cantik.” Kata Fathur

“Dih apa-apaan sih lu, malah gombal disaat seperti ini. Kita balik aja yuks kebarisan.” Ajak Dena

Vina tiba dibarisannya, teman-teman Vina sudah khawatir menunggu kedatangan Vina. Anita sebagai ketua kelompoknya Vina sangat menunggu kedatangan Vina. Sebab jika Vina tidak hadir, mungkin kelompok mereka akan kalah menjadi kelompok yang paling disiplin. Meskipun dikelompok mereka ada 12 orang, tapi kehilangan satu anggota akan sangat berarti sekali. Berbeda sekali dengan Intan, dia sangat senang sekali ketika Vina datang. Setelah mereka semua sudah berkumpul, akhirnya mereka semua langsung berangkat menuju Bumi Perkemahan Cibubur.

Sesampainya disana, para anggota OSIS dan juga peserta LDKS langsung membuat tenda. Sebab mereka akan berada disini selama 2 hari 1 malam. Setelah semua tenda berhasil didirikan, akhirnya peserta LDKS dipanggil untuk berkumpul di lapangan. Gak lama kemudian, akhirnya LDKS tahun ini resmi dilaksanakan. Dari pagi sampai sore, para siswa dan siswi dilatih untuk disiplin, mandiri, dan menjadi seorang pemimpin. Mereka juga dilatih untuk belajar PBB. Ketika memasuki siang hari, mereka diberikan istirahat untuk melaksanakan ibadah.

Mereka semua benar-benar kelelahan menjalankan LDKS ini. Dena mengajak anggota dari kelompok Sulawesi untuk istirahat terlebih dahulu di tenda. Ayu melihat wajahnya Vina yang sudah mulai pucat. Lalu dia menanyakan tentang kesehatannya Vina. Tapi Vina mengatakan bahwa dia tidak apa-apa. Setelah semuanya sudah selesai melaksanakan ibadah, panitia LDKS memanggil bahwa LDKS akan dimulai sebentar lagi. Panitianya juga menghitung 10 detik agar para siswa dan siswi yang ikut LDKS segera masuk barisan. Mereka semua langsung keluar dari tenda, dan segera membuat barisan. Setelah itu mereka kembali menjalankan LDKS yang dipimpin oleh anggota TNI.

Fathur memperhatikan anggota dari kelompok yang dia pimpin. Lalu dia melihat salah satu anggotanya yang terlihat lemas, dan ternyata dia adalah Vina. Fathur khawatir, sebab Vina adalah anggota dari kelompoknya. Kemudian Fathur meminta izin kepada salah satu anggota TNI agar Vina diberikan istirahat duluan. Sebab kondisinya Vina sangat tidak mendukung jika harus melanjutkan kegiatan ini. Salah satu anggota TNI mengizinkannya, lalu Fathur mengajak Vina untuk beristirahat dibawah pohon. Fathur menyuruh Dena agar mengambilkan obat dan air untuk diberikan kepada Vina.

Dengan segera Dena mengambilkannya. Vina meminta maaf, karena telah mengecewakan Fathur sebagai pemimpinnya, sebab dia tidak bisa mengikuti kegiatan ini sampai akhir. Vina juga merasa bersalah kepada teman-temannya. Tapi Fathur meyakini Vina, dan berkata bahwa Vina tidaklah salah. Sebab biar bagaimanapun kesehatan adalah yang paling utama. Bukan hanya Vina aja, ada beberapa peserta LDKS yang juga tidak bisa melanjutkan kegiatan sampai akhir. Dena datang, dan langsung memberikan obat dan airnya untuk Vina. Dena juga minta maaf kepada Vina, sebab tadi pagi sudah memarahinya. Dena benar-benar tidak tau kalau ternyata Vina sedang kurang sehat.

Vina mengatakan kepada Fathur dan Dena, bahwa dia mungkin memang tidak bisa melanjutkan kegiatan yang ini. Namun Vina sangat ingin mengikuti kegiatan-kegiatan selanjutnya, apalagi nanti akan ada kegiatan kekompakkan, Vina sangat ingin mengikuti itu. Dena menyemangati Vina, tapi dia tetap menyuruh Vina untuk memulihkan kondisinya dulu. Sebab masih banyak kegiatan-kegiatan yang lainnya. Nanti shubuh akan ada sebuah tes, sedangkan paginya ada senam, dan dilanjutkan oleh outbound. Tapi Dena juga ragu kalau Vina bisa mengikuti semua kegiatannya. Vina bertekad akan pulih dengan cepat, karena ini juga latihan untuk melatih dirinya.

Usai dilatih oleh anggota TNI, akhirnya semua peserta LDKS dipersilakan untuk istirahat. Ada yang makan, ada yang shalat, ada yang bermain bola, dan juga ada yang tiduran. Sedangkan para anggota OSIS sedang menyiapkan kayu-kayu untuk melaksanakan api unggun nanti malam. Vina dan teman-temannya sedang memasak mie instan untuk makan. Sebab selama disini, mereka dididik untuk mandiri. Vina mempersiapkan piring, Intan menggunting bungkus bumbunya, Ayu memasukkan bumbunya kedalam piring sekaligus mengaduknya, sedangkan Anita merebus mie nya.

Sementara teman-teman satu kelompoknya yang lain sedang menunggu sekaligus beristirahat. Setelah semuanya sudah selesai, mereka langsung memakan mie instannya bersama-sama. Selesai makan, mereka beristirahat untuk acara nanti malam. Sebab acara api unggun akan dimulai sekitar jam 8. Lalu Vina, Ayu, dan teman-teman yang lain pergi untuk melaksanakan ibadah. Sedangkan Anita dan Intan menunggu di tenda, sebab mereka berdua sedang halangan.

Malampun telah tiba, acara selanjutnya akan dimulai. Para peserta LDKS dipanggil untuk berkumpul dilapangan. Setelah semuanya sudah berkumpul, mereka semua disuruh untuk membuat barisan melingkar. Dan mereka juga disuruh untuk saling berpegangan tangan. Para anggota OSIS sedang bersiap-siap untuk menyalakan api unggunnya. Akhirnya api unggunnya berhasil dinyalakan. Peserta LDKS disuruh untuk mengisi acara ini seperti bernyanyi. Dena mencari seseorang yang bisa bermain gitar, dan juga mencari seseorang untuk bernyanyi. Setelah mendapatkannya, mereka langsung disuruh menyanyi apa aja. Dena juga mengatakan, agar nanti yang tampil didepan, menunjuk seseorang secara random untuk mengisi acara ini.

Satu persatu orang ditunjuk, dan mereka semua bernyanyi bersama dengan penuh bahagia. Kemudian salah satu peserta yang bernyanyi menunjuk Vina untuk bernyanyi selanjutnya. Vina terkejut sekali ketika namanya ditunjuk. Anita menyuruh Vina untuk segera maju ke depan untuk bernyanyi. Dengan malu-malu, Vina pun maju kedepan dan siap untuk bernyanyi. Sedangkan yang bermain gitar, menunjuk Fathur untuk bermain gitar selanjutnya. Fathur mengatakan kalau anggota OSIS tidak bisa dipilih, Fathur juga mengatakan bahwa dia gak bisa bermain gitar.

Lalu orang itu mengatakan bahwa itu tidak adil, sebab seharusnya semua yang ada disini bisa ikut berpartisipasi, meskipun gak bisa bermain gitar sekalipun. Dena dan para anggota OSIS yang lain mendorong Fathur agar segera maju untuk bermain gitar. Dena juga mengatakan bahwa Fathur bohong, karena sebenarnya Fathur bisa memainkan gitar. Fathur ragu-ragu, sebab dia masih belum terlalu lancar bermain gitar. Dena memegang tangannya Fathur, lalu membawa Fathur untuk maju kedepan. Setelah itu Dena memberikan gitarnya kepada Fathur. Dengan terpaksa, Fathur harus bermain gitar itu.

Kemudian Fathur bertanya kepada Vina, lagu apa yang akan dia nyanyikan?. Vina juga bingung mau menyanyikan lagu apa. Ayu mengusulkan kepada Vina, agar mereka menyanyikan lagu ‘Seluruh Nafas Ini dari Last Child’. Para peserta LDKS yang lain sangat menyetujui usulan dari Ayu. Vina bertanya kepada Fathur, apakah dia bisa memainkan lagu itu?. Fathur pun menjawab bahwa dia bisa. Akhirnya merekapun mulai bernyanyi. Ternyata mereka semua terbawa suasana dari lagu yang dinyanyikan oleh Vina dan Fathur. Meskipun Vina dan Fathur belum mengenal satu sama lain, tapi chemistry mereka berdua sangatlah kuat. Usai mereka selesai bernyanyi, mereka pun mendapat tepuk tangan yang meriah. Bahkan mereka disuruh untuk bernyanyi lagi. Vina merasa keberatan, sebab yang lain hanya sekali saja.

Tapi justru mereka semua pada berkata agar Vina dan Fathur kembali bernyanyi sekali lagi. Sebab penampilan mereka berdua sangatlah keren sekali. Vina bingung, lalu dia bertanya kepada Fathur. Fathur pun menyuruh Vina untuk bernyanyi sekali lagi. Vina semakin bingung, lagu apa yang akan mereka nyanyikan bersama lagi. Fathur bertanya kepada Vina, apakah dia bisa menyanyikan lagu ‘Indah Cintaku dari Nicky Tirta dan Vanessa Angel’?. Dan ternyata Vina juga hafal lagu itu. Sebab lagu itu adalah lagu kesukaannya. Lalu Fathur mengusulkan kepada Vina untuk bernyanyi lagu itu. Vina menyetujuinya, lalu mereka bernyanyi bersama kembali. Lagi-lagi para peserta LDKS terbawa suasana oleh duet Vina dan Fathur. Mereka menganggap bahwa Vina dan Fathur sangatlah serasi dan cocok sekali.

Gak terasa waktu sudah menunjukkan angka 10, anggota OSIS menyuruh peserta LDKS untuk beristirahat. Sebab nanti mereka akan dibangunkan kembali jam 2 pagi untuk melaksanakan sebuah tes. Setelah para peserta LDKS beristirahat dan masuk kedalam tenda, para anggota OSIS langsung berdiskusi untuk membagi tugas. Mereka semua akan dibagi tugas untuk mengisi pos-pos. Dan mereka juga akan dibagi menjadi 4 pos. Ada pos agama, pos pengetahuan 1, pos pengetahuan 2, dan pos bayangan. Untuk pos fisik dan mental, itu ditugaskan untuk para anggota TNI. Bahkan ada juga beberapa anggota OSIS yang ditugaskan untuk menakut nakuti. Fathur dan Dena kebagian untuk mengisi pos pengetahuan 2, yaitu pos terakhir sebelum pos fisik dan mental.

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, peserta LDKS kembali dibangunkan untuk berkumpul. Peserta LDKS ada yang masih kelelahan, masih mengantuk, bahkan ada juga yang tidak tidur. Karena waktu yang diberikan anggota OSIS untuk beristirahat sangatlah sedikit. Setelah mereka semua sudah berkumpul, ketua dari setiap kelompok diberikan satu senter oleh OSIS. Satu persatu kelompok dipanggil, dan berjalan mengikuti petunjuk. Intan merasa ketakutan sekali, sebab dia sangat takut oleh kegelapan dan juga hal-hal mistis. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan disaat gelap. Anita sebagai ketua menyuruh para anggotanya untuk berdoa. Agar mereka semua tidak terjadi apa-apa. Ketika didalam perjalanan, tiba-tiba ada suara kaki seseorang yang sedang berlari. Sontak anggota kelompok Sulawesi pada terkejut dan ketakutan sekali. Kemudian Anita menyuruh anggotanya untuk berlari.

Setiap pos sudah mereka lewati dan juga mereka sudah berhasil diberikan tes, kini tibalah mereka di pos terakhir sebelum pos fisik dan mental, yaitu pos pengetahuan 2. Fathur dan Dena memberikan beberapa pertanyaan. Dan ternyata kelompok Sulawesi menjawab semua pertanyaannya dengan cepat dan sangatlah kompak. Fathur dan Dena sangatlah senang sekali, sebab mereka juga bangga bisa menjadi pemimpin di kelompok ini. Fathur bertanya kepada anggotanya, apakah mereka ada yang kurang enak badan?. Sebab setelah ini fisik dan mental mereka akan diuji. Fathur benar-benar mengkhawatirkan kondisi mereka. Mereka menjawab bahwa kondisi mereka baik-baik saja, dan mereka juga siap untuk diuji fisik dan mentalnya.

Lalu Dena memberikan tips agar mereka tetap kompak ketika sedang berada di pos fisik dan mental. Sebab kunci utama di pos itu adalah kekompakkan. Semakin mereka kompak, maka semakin ringan juga ujian fisik dan mental mereka. Mereka juga berjanji, bahwa mereka gak akan mengecewakan pemimpin mereka. Dena tersenyum mendengar ucapan dari mereka, lalu Dena mempersilakan mereka untuk berjalan ke pos fisik dan mental. Sesampainya di pos fisik dan mental. Vina dan teman-temannya benar-benar langsung diuji fisik dan mentalnya. Mereka merasa lelah dan sakit sekali, tapi karena mereka melaksanakan secara bersama, jadinya mereka mencoba untuk tetap kuat dan semangat. Hingga akhirnya mereka selesai dan berhasil melaksanakan tes fisik dan mentalnya.

Kemudian mereka berjalan menuju tendanya untuk beristirahat. Sebab tes fisik dan mental yang mereka jalani itu benar-benar membuat mereka kelelahan. Namun ketika dalam perjalanan, tiba-tiba Anita pingsan. Sontak mereka sangatlah khawatir sekali dengan pingsannya Anita. Mereka ingin berteriak minta tolong, tapi mereka juga ketakutan. Sebab disekitar mereka sangatlah gelap sekali. Tanpa pikir panjang, Vina langsung berlari untuk meminta pertolongan. Meskipun jalanan disekitarnya gelap, tapi Vina masih hafal jalannya. Vina pun bertemu dengan Fathur dan Dena. Lalu dia segera meminta pertolongan kepada mereka berdua. Fathur panik, dan menyuruh Dena untuk bertugas sendiri. karena Fathur harus segera menolong Anita, dan membawanya ke tenda.

Dena tidak keberatan, dan dia juga meyakini Fathur kalau dia mampu menjalankan tugasnya walaupun hanya sendiri. Fathur meminta maaf kepada Dena karena tidak bisa menemaninya. Lalu Fathur menyuruh Vina untuk mengantarkannya menuju tempat Anita pingsan. Sesampainya disana, Fathur langsung menggendong Anita, dan membawanya menuju tenda. Kemudian Fathur memberikan obat kepada Vina, agar Vina bisa memberikannya ketika Anita tersadar. Hingga akhirnya Anita pun kembali sadar. Sebelum Fathur keluar dari tenda, dia mengingatkan anggotanya agar tidak usah malu-malu berkata kalau memang merasa tidak sehat. Fathur juga menegaskan lagi, agar tidak usah merasa takut terhadap anggota OSIS. Sebab anggota OSIS sama seperti mereka, yaitu seorang pelajar. Lalu Fathur menyuruh mereka untuk istirahat, sebab nanti pagi akan ada kegiatan senam, serta akan dilanjutkan outbound. Mereka pun akhirnya beristirahat sampai pagi datang.

Paginya, mereka kembali dibangunkan untuk sarapan. Kali ini para anggota OSIS lah yang menyiapkan untuk sarapan. Fathur dan Dena membagi-bagikan sarapan untuk para anggota kelompok Sulawesi. Fathur pun menanyakan tentang kondisi dari Anita. Anita berkata bahwa dia sudah merasa lebih baik. Lalu Fathur menyarankan kepada Anita agar dia tidak usah melanjutkan kegiatan lagi, sebab itu semua demi kesehatannya Anita. Tapi Anita menolaknya, dia meyakinkan Fathur bahwa dia masih kuat sampai kegiatan berakhir. Fathur gak ingin Anita terlalu memaksakannya. Namun lagi-lagi Anita terus meyakinkan Fathur, bahwa dia masih kuat melaksanakan kegiatannya sampai akhir. Fathur menghargai keputusan Anita, namun dia juga berpesan kepada para anggotanya agar segera memanggilnya jika nanti merasa kurang enak badan.

Setelah itu Fathur meninggalkan mereka, dan kembali berkumpul bersama anggota OSIS yang lain. Lalu mereka semua kembali melanjutkan sarapannya. Usai sarapan, Anita dan teman-temannya mengobrol-ngobrol di dalam tenda.

“Kakak cowo yang tadi namanya siapa sih?.” Tanya Vina

“Masa lu gak tau sih, padahal semalam kan lu duet bareng.” Jawab Intan

“Gua kan datangnya terlambat, jadi gua gak tau nama-nama mereka. Paling Cuma kak Dena doang yang gua tau. Soalnya dulu pas SMP, dia bareng sama gua.” Kata Vina

“Ohh, jadi lu satu SMP sama kak Dena.” Jawab Intan

“Emangnya kenapa sih lu bertanya tentang kakak itu?.” Tanya Ayu

“Dia kan pemimpin kelompok kita, masa gua gak tau namanya sih.” Jawab Vina

“Yakin lu itu aja.” Sahut Anita

“Kakak itu baik yaa, tegas, suka menolong, dan ….” Jawab Vina

“Dan apa ayo? Jangan-jangan lu jatuh cinta lagi pada pandangan pertama.” Kata Ayu

“Engga kok, engga.” Jawab Vina dengan malu-malu

“Gak apa-apa kali Vin. Gua juga suka kok sama kak Fathur.” Kata Anita

“Sama, gua juga suka sama kak Fathur.” Ucap Ayu

“Gua juga suka sama kak Fathur.” Sahut Intan dengan senyum

“Dih, kalian apa-apaan sih. Ohh, jadi namanya kak Fathur. Soalnya gua belum kenal sama dia, tapi dia udah beberapa kali bantu gua.” Jawab Vina

“Ciyee, udah tau namanya nih sekarang. Nanti juga pulang dari sini langsung stalking fb, instagram, sama twitternya kak Fathur.” Kata Intan

“Dih sok tau. Udah ahh jangan ngomongin ini lagi. Yang lain udah pada kumpul di lapangan. Kita senam dulu yuks.” Ajak Vina

“Entar dulu dah, lu bilang kalau kak Fathur udah banyak bantuin lu? Emangnya bantuin apa sih? Setau gua Cuma tadi aja deh bantuinnya.” Tanya Anita

“Hmm, ada deh. Lagian juga kayanya kak Fathur udah pacaran deh sama kak Dena. Jadi gak mungkin juga kalau gua suka sama dia.” Jawab Vina

“Ciyee ada yang cemburu nih yee.” Kata Ayu

“Dih apaan sih kalian. Dahh ahh, ayo kita ke lapangan.” Jawab Vina yang disambut dengan tawa oleh teman-temannya

Setelah itu mereka semua langsung berkumpul dilapangan untuk melakukan senam. Senam dipimpin oleh salah satu guru olahraga. Anggota OSIS, pesera LDKS, bahkan guru-guru yang datang juga mengikuti senam. Senam itu penuh dengan keceriaan dari para pesertanya. Sebab bisa menjadi sebagai relaksasi karena kegiatan kemarin dan subuh tadi. Usai melaksanakan senam, peserta LDKS kembali dikumpulkan untuk melaksanakan kegiatan yang terakhir, yaitu outbound. Ada beberapa permainan outbound yang sudah disediakan oleh anggota OSIS. Tapi tujuan dari permainan outbound kali ini adalah kekompakkan tim. Lalu Fathur juga mengatakan bahwa setiap kelompok harus memiliki yel-yel. Dan yel-yel itu harus dinyanyikan selama perjalanan menuju permainan-permainan outbound.

Mereka semua diberikan waktu beberapa menit untuk menyiapkan yel-yel. Anita menanyakan kepada teman-temannya tentang yel-yel apa yang akan mereka nyanyikan?. Lalu mereka berdiskusi, dan saling berbagi pikiran untuk mendapatkan yel-yel yang akan mereka gunakan. Hingga akhirnya kelompok mereka berhasil menemukan yel-yel. Satu persatu kelompok berjalan menuju permainan outbound dan melaksanakan permainan outbound itu. Permainannya benar-benar dilaksanakan dengan penuh keceriaan. Anggota kelompok Sulawesi menjalankan rintangan itu dengan bersama-sama, sehingga semua rintangannya dengan mudah mereka laksanakan. Hingga akhirnya mereka berhasil menjalankan semua rintangan dari permainan-permainan outbound.

Setelah itu mereka kembali ke tenda untuk beristirahat sejenak. Pakaian yang mereka pakai sangatlah kotor sekali, tapi mereka sangatlah bahagia. Setelah semua kelompok berhasil melaksanakan permainan outbound, dan sudah berkumpul. Fathur mengumumkan bahwa akan ada pembagiaan hadiah untuk kelompok yang paling kompak, dan juga kelompok yang memiliki yel-yel yang menarik. Anita dan teman-temannya sangatlah deg-degan sekali menunggu hasil dari pengumuman ini. Fathur mengumumkannya, bahwa kelompok yang memiliki yel-yel terbaik diraih oleh kelompok Sumatera. Anita agak kecewa, tapi Vina menyemangati Anita, sebab masih ada hadiah untuk kelompok yang paling kompak. Sebab Vina yakin bahwa kelompok mereka akan berhasil mendapatkan gelar kelompok yang paling kompak.

Lalu Fathur melanjutkan pembicaraannya lagi, dan mengumumkan bahwa kelompok yang berhasil mendapatkan predikat sebagai kelompok yang paling kompak adalah kelompok Sulawesi. Mendengar pengumuman itu, Vina dan teman-temannya langsung berteriak dan melompat-lompat karena senang. Anita mewakili mereka, lalu dia maju ke depan untuk mengambil penghargaan dan hadiahnya. Dena memberikan penghargaan dan hadiahnya kepada Anita. Anita pun sangat bersyukur dan berterima kasih sekali, sebab kelompok mereka bisa dipercaya untuk mendapatkan gelar kelompok yang paling kompak. Lalu Fathur menyuruh Anita untuk memanggil teman-temannya, sebab Fathur ingin mengajak kelompoknya untuk foto bersama sebagai kenangan.

Anita memanggil teman-temannya, dan mereka semua langsung maju ke depan. Mereka membuat barisan, Anita berada ditengah sambil memegang hadiahnya. Sedangkan Vina berada dipinggir kanan sambil memegang penghargaannya. Fathur menyuruh temannya untuk mengambilkan foto mereka, sebab Fathur dan Dena harus ikut berfoto juga. Dena memilih berfoto di pinggir kiri, sedangkan Fathur memilih berfoto dipinggir kanan, atau tepatnya disamping Vina. Lalu mereka semua difoto dengan penuh keceriaan. Kemudian para peserta LDKS diberi waktu untuk mandi dan membersihkan badannya. Karena setelah itu akan ada penyerahan jabatan ketua OSIS yang baru, dan terakhir pulang. Mendengar itu, peserta LDKS sangatlah senang sekali, sebab akhirnya kegiatan ini selesai juga. Namun ada juga yang sedih, sebab selama disini mereka diberikan banyak sekali pengalaman.

Vina dan teman-temannya mandi secara bergiliran di pemandian khusus wanita. Sebab kamar mandinya juga tidak banyak, dan mereka juga harus berbagi dengan kelompok yang lain. Ketika semua peserta sudah selesai mandi, lalu mereka disuruh untuk segera menyiapkan barang-barangnya. Setelah itu mereka disuruh berkumpul, sebab akan ada penyerahan jabatan OSIS baru. Kepala sekolahnya mengumumkan, bahwa Fathur dan Dena akan menjadi ketua dan wakil OSIS selama setahun kedepan. Usai semua kegiatannya sudah dilaksanakan, lalu mereka masuk ke dalam bis yang sudah ditentukan. Setelah itu mereka langsung pulang kerumahnya masing-masing.

Sesampainya dirumah, Vina tidak langsung istirahat, melainkan dia malah justru membuka laptopnya. Vina membuka website sekolahnya, lalu mencari data siswa. Tidak sengaja dia melihat datanya Fathur. Setelah itu Vina membuka datanya Fathur, hingga akhirnya dia berhasil menemukan akun sosial medianya Fathur. Lalu Vina membuka dan membaca semua statusnya Fathur. Beberapa menit kemudian, Vina akhirnya tersadar. Dia bingung kenapa dia memperhatikan sosial medianya Fathur. Lalu dia teringat dengan perkataannya Intan, dan ternyata benar sekali apa yang Intan katakan. Vina hanya tersenyum saja mengingat hal itu. Vina tersadar, kalau ternyata dia memang mengagumi Fathur.

Beberapa hari kemudian, Vina kembali memulai aktifitasnya menjadi seorang pelajar. Disekolah, Vina sering sekali melihat Fathur dari kejauhan. Vina semakin kagum dengan Fathur, karena Fathur bisa dengan mudah bersosialisasi. Fathur baik, namun tegas menjalankan tugasnya menjadi ketua OSIS. Fathur juga selalu mendengarkan keluh kesah dari siswa dan siswi disekolahnya. Fathur bisa memecahkan masalah secara baik. Fathur juga sangatlah peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dan Fathur juga seorang yang rajin untuk berolahraga. Hal itu benar-benar membuat Vina semakin kagum dengan Fathur.

Suatu hari Vina sedang melaksanakan melaksanakan kegiatan taekwondo. Vina sengaja mengambil ekstrakurikuler taekwondo, sebab dia ingin bisa menjaga dirinya sendiri. Ketika SMP Vina juga pernah ikut bela diri karate, namun dia mengundurkan diri, dan memilih menjadi cheerleader. Teman-temannya juga mengambil kegiatan yang berbeda-beda. Anita mengambil Basket, Intan mengambil paduan suara, sedangkan Ayu mengambil tarian tradisional. Sebenarnya Vina masih ingin meneruskan menjadi cheerleader seperti saat SMP. Tapi Vina juga ingin melakukan sesuatu yang baru.

Dari atas atap sekolah, ternyata Fathur sedang memperhatikan Vina yang sedang berlatih taekwondo. Diam-diam Fathur juga mengagumi Vina. Tiba-tiba, dari belakang Dena datang dan menghampiri Fathur.

“Ciyee, kayanya emang udah mulai tumbuh benih-benih cinta nih.” Kata Dena

“Kok lu ada disini sih?.” Jawab Fathur

“Lagian dari ruang OSIS, gua liat lu serius banget memperhatikan seseorang yang lagi berlatih taekwondo. Setelah gua perhatikan lagi, ternyata lu lagi melihat Vina.” Kata Dena

“Ohh jadi namanya Vina.” Jawab Fathur

“Lahh, ternyata lu masih belum tau namanya. Lu kan pemimpin dari kelompok dia, masa lu gak tau namanya sih?. Tapi benarkan, kalau lu lagi memperhatikan dia.” Tanya Dena

“Engga juga tuh.” Jawab Fathur

“Gua senang, akhirnya lu bisa suka sama seseorang. Vina itu orangnya baik, selalu semangat, dan terus berjuang jika menginginkan sesuatu.” Kata Dena

“Kok kayanya lu tau banyak tentang Vina?.” Tanya Fathur

“Vina Priscillia, dia dulu satu sekolah sama gua pas SMP. Bahkan dia sama gua satu tim di cheerleader. Dia adalah orang yang gigih dan ulet, dia selalu berlatih agar bisa memberikan penampilan yang terbaik. Meskipun dia orang yang pekerja keras, tapi prestasi di kelasnya juga baik. Kalau lu suka sama dia, gua pasti dukung kok.” Jawab Dena

“Ohh jadi dia satu sekolah sama lu dulu. Tapi kok kata-kata lu kaya gitu sih Den?.” Fathur heran

“Gak apa-apa Thur. Gua Cuma bingung, bukannya lu pernah bilang kalau lu udah dijodohin sama seseorang yang bernama Lyodra?.” Tanya Dena

“Iya sih Den. Tapi soal hati, biarkanlah hati gua yang memilihnya. Lagian belum tentu juga kalau Vina suka sama gua. Soalnya kita kan belum kenal lebih jauh.” Jawab Fathur

“Tapi gua yakin, kalau lu memang ditakdirkan untuk bersama Vina. Pasti akan diberikan jalan yang mudah kok untuk lu tempuh.” Kata Dena

“Kayanya pembicaraan kita semakin gak jelas. Lebih baik kita kembali ke ruangan OSIS yuks.” Jawab Fathur dan mengajak Dena

Setelah itu Fathur dan Dena kembali menuju ke ruangan OSIS. Fathur akhirnya sadar, bahwa dia ternyata juga mengagumi Vina. Hanya saja Fathur masih belum berani mengungkapkannya, karena dia belum kenal secara langsung dengan Vina. Untuk sementara, Fathur hanya bisa menjadi seseorang yang mengagumi Vina saja. Usai latihan taekwondo, Vina melihat ke arah atap. Sebab dia merasa ada seseorang yang daritadi memperhatikannya. Namun ternyata Vina tidak melihat siapa-siapa. Lalu Vina berjalan menuju toilet untuk mengganti pakaiannya. Sebelum sampai toilet, dia melewati ruang OSIS terlebih dahulu. Vina melihat Fathur dan anggota OSIS yang lain sedang berbincang dengan penuh keceriaan. Vina hanya bisa tersenyum melihat itu.

Setelah mengganti pakaiannya, Vina langsung pulang ke rumahnya. Namun ketika diperjalanan pulang, Vina bertemu dengan Intan. Intan mengatakan bahwa sepupunya yang bernama Tasya akan masuk ke sekolahnya minggu depan. Vina sangat senang sekali, karena dia bisa mendapatkan teman baru lagi. Vina juga sudah tidak sabar menunggu sepupunya Intan masuk disekolahnya. Vina juga berharap agar sepupunya Intan bisa bergabung ke dalam kelompok mereka yang bernama Lady White. Intan mengatakan bahwa dia sudah banyak bercerita tentang Lady White. Makanya, hal itu membuat Tasya tertarik untuk pindah ke sekolahnya. Usai memberitahu hal itu kepada Vina, Intan langsung meminta izin untuk pulang. Setelah itu mereka akhirnya berpisah.

Sesampainya dirumah, Vina langsung beristirahat. Namun dia juga sambil memainkan handphonenya. Vina membuka akun sosial medianya, dan ternyata ada status dari Fathur. Vina tersenyum membacanya, dan tidak sengaja menyukai statusnya Fathur. Vina panik sekali, sebab dia takut jika ketauan kalau ternyata dia sering melihat profilnya Fathur. Gak lama kemudian, tiba-tiba ada pesan masuk dipemberitahuan sosial medianya. Dan ternyata pesan itu dari Fathur. Fathur mengucapkan terima kasih kepada Vina, karena statusnya sudah disukai. Vina menjadi salah tingkah, dan bingung akan membalas apa. Tapi dia juga tersenyum akan hal itu. Lalu Vina mengeluarkan akun sosial medianya, dan sengaja tidak membalasnya.

Kemudian Vina membuka galeri di handphonenya, dan dia melihat foto-foto kenangannya ketika LDKS. Vina terkejut sekali, ketika melihat foto Fathur yang berdiri disampingnya. Vina benar-benar tidak menyadari tentang hal itu. Sebab waktu itu dia memang terbawa dengan suasana yang bahagia. Lalu Vina mengedit fotonya, dan memotong bagian dirinya dan Fathur saja. Vina juga berkata, bahwa ini adalah jalan yang tuhan berikan. Vina juga menunggu saat-saat agar dia bisa berkenalan secara langsung dengan Fathur. Vina juga yakin, kalau suatu saat nanti dia bisa berkenalan dengan Fathur, atau bahkan bisa dipersatukan dengan Fathur. Tapi untuk saat ini, Vina masih merasa sangatlah bahagia dengan teman-temannya. Vina juga harus meyakini perasaannya dulu. Sebab untuk saat ini, dia tidaklah lebih dari hanya sekedar menjadi Pengagum Rahasia.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan cerita tentang ‘Kita Kan Slalu Bersama’ akan terus berlanjut. Tapi sebelumnya saya juga harus menentukan jalan ceritanya akan seperti apa. Untuk cerita yang selanjutnya, mungkin hanya mengisahkan tentang Vina dan teman-temannya aja. Sebab alur cerita yang selanjutnya bercerita tentang kehidupan Vina dan teman-temannya setelah kepergian Fathur. Penasaran? Tunggu nanti aja yaa. Jika masih ada yang bingung kenapa Fathur bisa pergi? Silakan dibaca dulu yaa cerita Kita Kan Slalu Bersama yang pertama. Apabila ada salah-salah kata, maka saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Sebab saya hanyalah manusia biasa yang tidak pernah lepas dari kesalahan. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya untuk membaca dan mengunjungi blog saya. Sekali lagi, Terima Kasih. ^_^
Baca Selengkapnya

My Father Was Not A Hero

Hallo sahabat blogger, akhirnya kita bisa bertemu lagi nih. Gimana nih kegiatan hari-harinya? Udah berjalan seperti biasakan? Udah ada yang sekolah, kerja, ataupun kuliah. Atau mungkin masih ada yang nganggur sama seperti saya, hehehe. Ohh yaa, untuk postingan kali ini, saya akan membahas sesuatu tentang ayah saya. Sebenarnya ini adalah cerita privasi, dan tidak baik untuk disebar. Tapi ternyata saya sudah tidak tahan terus menerus memendam ini semua. Sebab pikiran itu selalu menghantui dan melayang-layang dipikiran saya. Saya sudah merasa terbebani karena hal itu. Maka dari itu, saya ingin menceritakan semuanya disini. Agar pikiran saya bisa lega, dan kembali segar lagi. Baiklah tidak usah basa-basi lagi, berikut adalah curahan dari saya yang akan saya ceritakan.

Sudah bertahun-tahun, tapi surat ini masih saya simpan dengan baik. Ini adalah surat terakhir yang ditulis ayah sebelum dia memutuskan untuk berpisah dengan umi. Jika boleh jujur, sebenarnya saya tidak benar-benar menyayangi ayah, karena apa? Karena sebenarnya saya membenci ayah saya. Saya benci karena dulu ayah sering membuat umi menangis. Saya benci karena dulu ayah sering melukai umi, baik itu dengan perkataan maupun dengan menggunakan fisik. Saya benci karena ayah lemah, egois, pemarah, dan tidak bertanggung jawab. Saya benci karena ayah sering membuat janji-janji palsu. Dan saya paling benci karena ayah adalah seorang PEMBOHONG.

Dulu ketika baru-baru berpisah, ayah dengan mudah melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Maka dari itu, pernah ada usulan untuk menjadikan saya dan juga adik saya sebagai anak yatim. Namun tiba-tiba, ayah datang dengan ditemani oleh saudara-saudaranya. Diwakili oleh kakaknya, ayah mengatakan bahwa ayah masih ingin silaturahmi diantara keluarga masih terus baik. Dari situ saya sadar, bahwa ayah adalah seorang PENGECUT. Ayah berani berbuat sesuatu, tapi ayah tidak berani untuk bertanggung jawab. Setelah itu hubungan kembali baik lagi, meskipun status rumah tangga ayah dan umi sudah berubah. Ayah juga menafkahi anak-anaknya kembali, namun ayah melakukannya tidak dengan sepenuh hati. Bahkan ada salah satu kakaknya ayah yang mengatakan kepada saya, agar saya tidak diam saja serta harus berani berbicara didepan ayah. Sebab nafkah yang ayah berikan, itu masih jauh dari kata layak. Apalagi dengan gaji bulanan ayah yang segitu.

Salah satu kakaknya ayah yang awalnya pro terhadap ayah, perlahan-lahan mulai mengetahui kesalahan-kesalahan dari ayah. Kalau liburan, ayah sering mengajak saya dan adik saya liburan ke rumahnya. Namun lagi-lagi ayah adalah seseorang yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. Sebab ayah hanya bisa mengajak saja, namun tidak bisa mengantarkan pulang. Beberapa kali saya malah justru sering diantarkan pulang oleh mamah. Padahal status mamah hanyalah seorang ibu tiri. Terus kemana ayah? Jika memang ayah sibuk, terus ngapain ayah mengajak anaknya dan mengiming-ngimingkan soal liburan? Padahal anak-anaknya sudah berharap bisa liburan bersama ayahnya. Sebab anak-anaknya memang jarang sekali bertemu, dan ingin menghabiskan waktu liburnya dengan ayah. Namun ternyata kenyataan jauh dari sebuah harapan. Saya disana hanyalah diam, bête, tidak ngapa-ngapain, karena hanya berdua saja dirumah dengan adik saya. Sedangkan ayah malah sibuk dengan pekerjaannya.

Kini kejadian yang pernah menimpa umi terulang kembali, tapi kali ini mamahlah yang mengalaminya. Sebenarnya apa sih mau ayah? Berumah tangga hanya ingin mengharapkan seorang anak? Hahh, menurut saya itu adalah pemikiran yang bodoh. Sebab bukan itulah tujuan dari rumah tangga yang sebenarnya. Ingat yaa, anak itu adalah titipan, dan anak juga hanyalah bonus dari sebuah pernikahan. Mungkin ayah memang ditakdirkan untuk tidak mempunyai anak lagi. Karena apa? Karena Tuhan ingin ayah fokus dan bertanggung jawab kepada anak-anak ayah sebelumnya. Jika ayah berkata lagi bahwa ayah masih ingin mewujudkan keinginan nenek yang ingin memiliki keturunan perempuan. Maka lagi-lagi ayah memiliki pemikiran yang terlalu bodoh.

Coba ayah perhatikan kedua anak ayah, mereka semua sudah beranjak dewasa. Mungkin ayah memang tidak ditakdirkan untuk memenuhi itu. Tapi beberapa tahun lagi anak-anak ayah bisa kok menggantikan ayah untuk memenuhi keinginan itu. Beberapa bulan yang lalu, bahkan ada sebuah kejadian bahwa ayah bertengkar dengan kakak ayah hanya karena seseorang yang ayah anggap sebagai PACAR. Wajarlah jika kakak ayah seperti itu, karena itu adalah acara keluarga. Sedangkan pacar ayah itu siapa? Dia masih belum sah menjadi keluarga kita. Tapi kenapa dia bersikap memalukan seperti itu disaat acara keluarga? Kenapa ayah membelanya seolah-olah dia berharga banget buat ayah? Dan kenapa dulu ayah tidak pernah membela umi? Bahkan dulu ayah malah semakin menyudutkan umi. Meskipun saya tidak berada disitu, tapi apakah ayah sadar kalau disitu masih ada adik saya? Lagi-lagi adik saya harus melihat kejadian yang sudah lama sekali ingin dilupakan.

Ayah benar-benar berperilaku buruk, dan ayah adalah sosok ayah yang tidak pantas untuk dicontoh maupun menjadi panutan. Apakah menurut ayah apa yang ayah lakukan itu untuk kebahagiaan anak-anak ayah? Apakah menurut ayah anak-anak ayah merasa bahagia akan hal itu? Tidak yah, anak-anak ayah justru merasa sakit, terluka, dan terpukul kembali. Anak-anak ayah udah mulai merasa bahagia dengan keluarga baru ayah. Namun tiba-tiba ayah menjatuhkannya, lalu menghancurkannya. Keputusan sepihak ayah membuat luka lama yang sudah hilang menjadi datang lagi. Coba deh ayah berpikir lebih jauh lagi. Tolong buang sikap egois ayah yang hanya mementingkan diri ayah sendiri. Saya capek yah, capek karena harus selalu mengikuti permainan kebohongan ayah.

Maka dari itu saya selalu berkata, bahwa saya ingin memulai permainan saya sendiri. Tapi saya juga bingung ingin memulai dengan cara apa? Dan bagaimana saya harus memulainya? Apakah harus dengan kebohongan lagi? Kalau iya, berarti saya sama saja meneruskan permainan ayah dong. Saya sadar, sesuatu yang dilakukan dengan kebohongan, maka akhirnya pun tak akan pernah indah. Saya ingin berdiri sendiri, dan memulai permainan saya sendiri. Meskipun saya sadar, kalau saya memang belum bisa untuk mandiri.

Kenapa semua yang ada didunia ini tidak ada yang abadi? Kenapa kebahagiaan harus berubah menjadi kesedihan? Kenapa kesenangan harus menjadi penderitaan? Dan kenapa kebahagiaan seorang anak harus dikorbankan hanya karena keegoisan dari orang tua. Saya benar-benar membencimu, ayah. Saya pikir jika kau jatuh ke dalam kehancuran, saya akan menjadi orang paling bahagia. Tapi, bahkan dengan ini berada ditanganku. Kenapa saya tidak bisa melakukan apa-apa? Apa kau tau, ayah?. Lakukanlah apa yang ayah inginkan dengan ini. Apapun yang ayah pilih, saya akan menganggap itu sebagai jawaban dari pertanyaan saya. I trust that ‘My Father was not a Hero’, but I Need you.

Mungkin hanya ini cerita yang dapat saya ceritakan. Apabila ada kata-kata yang salah, tidak baik, ataupun kurang sopan. Maka saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Karena saya hanyalah manusia biasa yang tidak pernah lepas dari kesalahan. Saya juga gak bermaksud untuk durhaka terhadap ayah saya. Namun saya hanya ingin menyadarkan ayah saya dari semua tingkah laku dan perbuatannya yang salah. Semoga saja apa yang saya tulis ini bisa sampai kepada ayah saya. Ohh yaa, ada satu kebenaran lagi yang harus saya sampaikan. Sebenarnya itu adalah alasan utama saya, kenapa saya masih belum berani untuk memulai suatu hubungan dengan seorang wanita. Pertengkaran antara kedua orang tua saya yang pernah terjadi didepan saya membuat saya menjadi takut. Saya takut jika sewaktu-waktu ada sebuah pertengkaran dihubungan saya, dan saya takut kalau nanti saya tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Sebab saya juga paling takut sekali dengan sebuah perpisahan.

Saya memang pernah membuat janji untuk tidak menjalin hubungan terlebih dahulu. Tapi saya hanya berjanji sampai lulus sekolah saja. Dan kini saya sudah lulus sekolah, maka janji itu sudah tidak berarti lagi dong?. Hmm, mungkin juga saya pernah berjanji untuk setia menunggu peri kecil. Yaa saya memang berjanji akan hal itu. Tapi saya juga bingung, darimana dan kapan saya harus memulainya? Sebab peri kecil gak hanya harus menunggu, tapi sayalah yang harus menjemputnya terlebih dahulu. Jadinya saya hanya sekedar bisa mengaguminya saja, sebab saya tidak berani untuk mengungkapkannya. Lalu, apakah ada seorang wanita yang mau menerima lelaki pengecut seperti saya? Ataupun apakah ada wanita yang bersedia menerima masa lalu saya yang kelam itu? Jika memang ada, siapakah dia? Apakah dia peri kecil? Entahlah, itu semua adalah ‘Rahasia Tuhan’. Jujur, saya membutuhkan seseorang yang bisa menjadi alasan saya untuk mengerti tujuan dari hidup yang sebenarnya. Sebab saya masih belum mengerti, untuk apakah saya masih bertahan hidup sampai sekarang?. Terima kasih yaa sahabat blogger, karena sudah mau menyempatkan waktunya untuk membaca dan mengunjungi blog saya. Sekali lagi, Terima Kasih. ^_^
Baca Selengkapnya