Selamat Datang di Cerita KakMans. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya untuk mengunjungi dan membaca blog saya. ^_^ CERITA KAKMANS: 2017

Wednesday, October 4, 2017

Untuk yang Terindah, yang Pernah Mampir

Kita selalu mencari tentang apa yang tidak kita dapat. Hingga seringkali lupa dengan apa yang sudah kita punya. Teman, keluarga, lingkungan, skill, pacar, saudara, kekayaan, karier, cinta, harapan, tawa, kebebasan, kesehatan, ketenangan, keunikan. Ada hal-hal yang kita punya, ada hal-hal yang kita inginkan. Dan seringkali kita tidak begitu adil dalam bersikap. Kepedulian kita hanya bertumpu dengan apa-apa yang kita inginkan.

Terkadang saya berpikir, bagaimana damainya hidup dalam penerimaan. Menerima segala pemberian Tuhan lalu memaklumi segala yang tidak kita dapatkan karena memang dunia ini adil, adil karena dunia tidak adil pada semua orang. Terdengar cukup adil. Bukan, bukan berhenti berusaha, tentu semua yang kita dapatkan, mampu kita miliki karena usaha, lebih pada tau kapan harus berhenti dan menyadari bahwa banyak hal yang harus dibenahi dibanding fokus dengan hal yang mungkin digariskan memang bukan untuk kita.

Saya mau dan saya ingin, menerima dengan lapang dan melepas dengan ikhlas. Mencintai tanpa tapi dan menyayangi tanpa ragu. Melihat dengan mata, lalu mencerna dengan logika. Saya ingin diri saya tau, bahwa bukan dia orangnya, yang pertama akan saya lihat saat nanti saya membuka mata. Bukan dia orangnya, yang harus saya jaga dengan segenap hati saya. Bukan juga dia orangnya, yang harus kenangan indahnya saya ganti dengan luka. Hanya menjadi seperti orang-orang lain, yang biasa dalam hidup saya.

Saya ingin diri saya menyadari, bahwa tidak setiap yang mampir harus menjadi selalu special. Mereka pernah dan sudah tidak. Saya harus selesai dengan kebohongan yang membahagiakan. Saya harus belajar kembali untuk terbiasa dengan realita yang menyakitkan. Bagaimanapun itu lebih nyata, tidak terlalu semu, juga lebih ada ujungnya. Saya harus pahami, juga kasihani diri. Bahwa kita terlalu berharga untuk sekedar menjadi alas.

Saya harus malu dengan sperma lain yang rebutan posisi dengan sperma yang akhirnya menjadi saya. Bagaimanapun saya adalah sperma terbaik yang berhasil menempati posisi saya. Saya harus belajar juga bahwa tidak cinta bukan selalu tentang benci. Itu bisa dipelajari setelah saya menghilangkan cintanya nanti. Hal yang sulit memang, namun harus saya biasakan.

Untuk kamu yang membaca ini dan tau bahwa ini untuk dirimu, saya persilahkan dengan keikhlasan yang saya usahakan, untuk melanjutkan kisah-kisahmu. Cerita hidupmu yang belum selesai. Andaikata ada waktu untuk kita berjumpa, saya tidak akan meneror dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya hanya kebohongan. Mungkin saya akan gunakan kesempatan itu, untuk menatap jauh ke dalam matamu, dan menyesali kenapa saya tidak menjadi yang terbaik. Saya berhak bersedih, saya akan kehilangan cinta dalam hidup saya.

Jangan larang saya menangis, saya terbiasa mandiri. Saya bisa memasak mie instan sejak umur 4 thn, sejak duduk di TK 0 kecil. Jangan mengasihani saya, maaf saya kurang terlalu membutuhkannya. Saya terpisah dari abang kandung saya, saat saya sedang membutuhkan panutan untuk hidup. Saya kehilangan ibu saya karena perceraian kedua orang tua saat saya remaja, kelas 2 smp. Saya pernah ditinggal teman-teman saya. Seringkali kehilangan cinta. Semua itu saya lalui sendiri, sekarang, saat kamu akan meninggalkan saya, saya sudah siap dengan itu. Saya sudah paham betul bahwa manusia tidak berhak atas kebebasan manusia lain sebelum adanya ikatan yang sah.

Saya membebaskan kamu, yang saya minta hanya satu. Jangan berlagak seolah kamu adalah pahlawan atas diri saya, untuk hidup saya. Jangan bertingkah seakan kamu yang dapat membantu menyembuhkan luka, padahal luka itu kamu yang membuat. Jangan berlaku seakan saya menyalahkan kamu, saya tidak meminta apapun dari kamu kecuali kebahagiaan kamu. Bahagiakan dirimu, dengannya. Kamu pantas bahagia setelah apa yang telah kamu lewati.

Kamu berhak bahagia dengan atau tanpa saya. Juga seperti sebelumnya, saya tersingkir dan tersungkur. Tapi saya selalu punya cara untuk menyembuhkan diri. Saya punya teman, pekerjaan, kemampuan, keluarga, yang akan hilang dari saya hanya cinta pada kamu. Yang tidak lagi akan saya terima dalam hari-hari saya adalah cinta dari kamu. Tidak, saya tidak akan menuntut lebih pada Tuhan, karna pada saat ini, cinta yang saya dapat sudah melebihi cinta yang saya pinta.

Saya berhak merasakan derita, setiap manusia harus. Jangan khawatir, saya tau betul kapan saya harus bangkit. Saya tau dan sedikit mengerti bahwa hidup adalah tentang serangkaian pilihan. Dan rangkaian pilihan-pilihan dalam hidup kita mempertemukan saya dan kamu. Kita bisa memilih untuk bersama, namun kemudian kamu memilih tidak. Saya bisa memilih untuk menunggumu, pilihan yang sangat menggoda. Tapi saya percaya bahwa kunci dalam hubungan adalah rasa penghargaan dari kedua belah pihak, pilihanmu rasa-rasanya kurang menghargai saya.

Entah, dengan yakinnya diri saya setelah menulis tentang ini, apakah tidak akan saya kembali padamu lagi, rasa menginginkanmu selalu datang lagi dan lagi. Kamu adalah adiktif yang paling candu. Saya tidak mengingkarinya. Saya yakin cara untuk berdamai adalah dengan mengakui dan menyadari keadaannya. Tapi setiap sakit ada obatnya. Tiap luka ada sembuhnya. Tiap patah ada tumbuhnya. Di tiap tutup juga ada bukaan baru. Juga ada rehabilitasi untuk setiap candu.

Menemukan berarti banyak, kehilangan berarti sedikit. Kedatangan berarti banyak, kepergian berarti sedikit. Tidak ada yang baik jika terlalu banyak atau sedikit. Porsi sesuai yang selalu kita cari. Setiap orang yang saya temui memiliki perbedaan dan ciri tersendiri. Saat ini yang memenuhi kepala saya adalah segala aspek dan ciri-ciri tentang kamu. Sebagai perpisahan, saya pamit dengan cara yang baik. Agar tidak malu saat nanti jumpa kembali.

Tulisan ini akan selalu mengingatkan saya tentang kamu. Saya akan membaca ini jika saya rasa rongga di dada saya menyebabkan sesak. Saya baca kembali untuk menyadarkan saya bahwa kamu bukan orang yang pantas menyakiti saya. Hanya orang jahat yang boleh menyakiti, kamu bukan. kamu baik. Selalu baik untuk saya. Baik untuk dikenang, juga pemicu saya agar tidak berhenti berjuang. Berjuang menjadi pribadi, menjadi orang, menjadi manusia yang lebih bijaksana memaknai apa-apa yang terjadi dalam hidup.

Kamu bukan musuh saya, tidak akan pernah. Kamu adalah orang yang pernah saya gantungkan kebahagiaan saya pada kamu. Kamu juga yang menyadarkan saya bahwa manusia, tidak boleh bergantung pada manusia lainnya. Setidaknya bila kita tidak bersama, kita pernah sama-sama. Setidaknya salah satu dari kita ada yang bahagia. Setidaknya saya berusaha membuatmu merasa berharga. Sekarang, saya akan membuat hidup saya juga berharga. Sampai jumpa....


Dikutip dari ficofachriza.com
Baca Selengkapnya

Thursday, September 14, 2017

Akulah Spiderman

Hallo sahabat blogger, kita bertemu lagi nih. Maaf yaa udah jarang update di blog. Soalnya emang bingung banget mau update tentang topik apa. Tapi untung aja beberapa hari ini ada teman saya yang lagi membicarakan mengenai super hero. Alhasil terlintaslah dipikiran saya untuk menulis sebuah tulisan menganai salah satu super hero, khususnya super hero kesukaan saya, yaitu Spiderman.


Jadi kenapa saya menyukai Spiderman? Dan kenapa bukan super hero yang lain? Padahalkan banyak super hero yang kemampuannya lebih baik daripada Spiderman. Terus apa spesialnya Spiderman dibandingkan dengan super hero yang lainnya? Tentu saja saya akan menjelaskannya di dalam tulisan ini. Okeh deh, silakan disimak yaa semuanya.

Jadi saya menyukai Spiderman, karena memang Spiderman adalah super hero pertama yang saya ketahui. Apalagi waktu itu saya memiliki PS 1, dan ada permainan Spidermannya. Makanya sejak saat itu, saya sudah mulai suka dengan Spiderman. Waktu itu ada 2 versi permainannya, yaitu Spiderman 1 dan Spiderman 2. Kalau gak salah di Spiderman 1, musuh terakhirnya adalah Electro. Sedangkan di Spiderman 2, musuh terakhirnya adalah penggabungan Dr. Octopus dengan Carnage.

Hampir setiap hari saya memainkan kedua permainan itu sampai tamat, yaa meskipun dibantu oleh om saya. Walaupun usia saya pada saat itu memang masih kecil sekali. Tapi saya sudah cukup mengerti memainkannya. Kemudian saya dan om saya juga bermain bersama memainkan permainan Ultimate Alliance. Dan lagi-lagi di permainan itu, saya memakai karakter Spiderman. Sedangkan om saya memakai karakter Wolverine, karena super hero kesukaan om saya memang itu.

Saya juga pernah berkata bahwa saya ingin sekali menjadi Spiderman. Saya ingin melindungi dunia dan juga melindungi orang-orang yang saya sayangi, khususnya keluarga saya. Lalu orang tua saya membelikan saya kostum Spiderman anak-anak beserta dengan topengnya. Hampir setiap hari saya memakai kostum itu. Berlari kesana kesini dan berkata bahwa Akulah Spiderman. Karena saya memang bahagia sekali bisa memilikinya.

Kemudian orang tua saya juga membelikan saya boneka laba-laba dan boneka Spiderman yang berwarna hitam. Saya semakin bahagia sekali, dan saya semakin bangga menjadi Spiderman. Karena saya menyukai Spiderman, ayah saya juga pernah menggambar Spiderman berukuran orang dewasa di dinding kamar saya. Ayah saya menggambarnya selama semalam hanya dengan menggunakan pensil warna dan kelihaian tangannya.

Tapi sayang, tidak lama setelah itu, kedua orang tua saya berpisah. Saya merasa gagal menjadi Spiderman. Karena saya tidak bisa mendamaikan dan menyatukan kedua orang tua saya. Lalu gambar Spiderman yang ada di dinding kamar saya juga dihapus seiring dengan kepergian ayah saya dari rumah. Saya sedih, dan saya juga mulai melupakan semua tentang Spiderman.

Namun hati memang tidak bisa dibohongi, kecintaan saya terhadap Spiderman memang tidak bisa ditahan lagi. Apalagi waktu itu juga mulai beredar film Spiderman 3. Saya kembali menyukai Spiderman, dan saya tetap ingin menjadi Spiderman. Kemudian saya meminta kaos Spiderman om saya, sebab saya merasa kaos itu keren sekali. Dan untungnya om saya memberikan kaos itu kepada saya.

Sampai saat ini saya masih menyukai Spiderman, dan selamanya akan tetap menyukai Spiderman. Saya juga tetap ingin mewujudkan cita-cita saya menjadi Spiderman. Meskipun saya tidak memiliki kemampuan seperti Spiderman, tetapi saya tetap ingin melindungi orang-orang disekitar saya, khususnya orang-orang yang saya sayangi. Saya juga ingin sekali mewujudkan kedamaian, ketenangan, dan ketentraman seperti halnya yang dilakukan oleh Spiderman.

Saya juga ingin sekali pernikahan saya itu ada tema Spidermannya. Dan nanti kalau saya sudah memiliki keluarga, saya juga ingin foto bersama menggunakan kostum Spiderman. Karakter wanita dalam Spiderman yang saya ketahui ada 3, yaitu Spider Woman, Spidergirl, dan Spider Gwen. Kalau memang saya ditakdirkan dengan peri kecil, saya merasa peri kecil tidak pantas menjadi salah satu dari ketiga karakter tersebut.

Menurut saya, karakter yang cocok untuk peri kecil adalah Cat Woman. Keren juga sih kalau kucing dan laba-laba bersatu. Yaa mungkin saya Spiderman, peri kecil Cat Woman, dan anak-anak saya nanti karakter super hero yang lain. Hehehe, itu semua adalah rencana saya, dan belum tentu semua rencana saya bisa terwujud jika tanpa izin dari Tuhan.

Akulah Spiderman, dan saya pasti akan menjaga dan melindungi orang-orang disekitar saya dan orang-orang yang saya sayangi. Spiderman sangat spesial bagi saya, karena Spiderman sudah menjadi bagian dalam hidup saya. Spiderman sudah masuk ke dalam jiwa saya, sulit rasanya untuk melepasnya. Saya juga sedang mengumpulkan uang untuk membeli kostum Spiderman, dan niatnya sih ingin masuk komunitas Spiderman. Do’akan yaa sahabat blogger, semoga semuanya bisa lancar dan tercapai.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Apabila ada kekurangan dan kesalahan perkataan, saya mengucapkan maaf yang sebanyak-banyaknya. Sebab tak lupa saya berkata bahwa saya hanyalah manusia biasa yang tidak pernah lepas dari kesalahan. Terima kasih juga untuk sahabat blogger semua karena telah menyempatkan waktunya untuk membaca dan mengunjungi blog saya. Sekali lagi, Terima Kasih. ^_^
Baca Selengkapnya

Sunday, July 30, 2017

Dalam Do'aku - Sapardi Djoko Damono

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalam tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengembang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana


Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun disana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu,
itu sebabnya aku takkan pernah selesai
mendoakan keselamatanmu
Baca Selengkapnya

Sunday, February 26, 2017

Awal Cerita Tahun 2017

Hallo sahabat blogger, akhirnya kita bisa bertemu lagi nih. Udah berapa lama yaa kita tidak bertemu? kira-kira hampir 5 bulan kali yaa. Sebenarnya saya gak sibuk-sibuk banget, hanya saja saya tidak bisa menyempatkan diri untuk mampir ke blog. Hehehe, maklum soalnya saya sibuk banget bermain games. Saya mau cerita nih sahabat blogger, tapi cerita tentang apa yaa?. Hmm, gimana kalau saya cerita tentang kampus saya aja nih. Sekalian saya juga ingin memperkenalkan kampus saya. Okehlah tidak usah basa-basi lagi yaa, saya akan menceritakan awal mula saya masuk ke kampus saya ini.


Jadi ceritanya setelah saya lulus SMK, seharusnya saya segera mencari tempat kuliah. Tapi waktu itu saya masih ingin berlibur, dan mengulur-ulur waktu. Sebab emang dari awal saya sudah mempunyai tujuan kemana saya akan kuliah, yaitu di STIE Pelita Bangsa yang ada di depan Kota Legenda. Apalagi waktu itu juga saya dapat undangan dari kampus itu, dan di undangan itu tertulis bahwa pendaftaran terakhir tanggal 31 Agustus 2016. Udah dah, saya malah semakin menganggap gampang semuanya. Ketika udah ada beberapa dari teman saya yang udah mulai masuk kuliah, termasuk saat itu peri kecil juga udah mulai kuliah, baru deh saya melangkahkan kaki saya untuk mendaftar di kampus itu. Ketika sampai sana, tiba-tiba tulisan STT/STIE Pelita Bangsa berubah menjadi Bina Pelita Bangsa, dan saya juga melihat spanduk yang bertuliskan ‘Selamat Datang Siswa-Siswi tahun ajaran 2016/2017’, sontak saya langsung terkejut sekali.

Saya pun bertanya ke Satpamnya, dan satpamnya pun mengatakan bahwa kampus Pelita Bangsa itu adanya di Cikarang, kalau yang disini sekolahnya. Seketika saya menjadi lemas, dan bingung harus bagaimana. Dari awal saya juga tau kalau kampus Pelita Bangsa itu memang ada di Cikarang, namun saya sempat mengira kalau Pelita Bangsa membuka cabang di daerah Tambun itu. Saya pun berkata kepada nenek saya, namun nenek saya melarang saya. Sebab jaraknya memang jauh, nenek saya pun juga mengkhawatirkan tentang saya. Saya semakin bingung, sebab waktu-waktu untuk masuk kuliah udah semakin dekat. Saya mencari di google kampus yang ada disekitar Bekasi. Kemudian saya mengajak tetangga saya untuk mengantar saya mencari tempat kuliah. Namun hasilnya nihil, sebab pendaftaran udah pada ditutup, yang ada waktu itu baju saya malah lepek gara-gara kehujanan. Sebenarnya gak semuanya kampus saya datangi, sebab saya juga gak tau pasti alamat dan jalannya. Tapi waktu itu kalau gak salah ada 4 kampus dah, gak termasuk Unisma, Ubhara, dan Bina Insani. Soalnya waktu itu saya belum tau lokasi Ubhara dan Bina Insani. Sedangkan kalau di Unisma, teman saya udah mulai mengikuti ospek. Jadi saya berpikir mungkin memang sudah ditutup pendaftarannya, makanya tidak saya datangi.

Saya menyesal banget karena sudah menganggap mudah semuanya. Lalu saya membuka website dari Pelita Bangsa, dan disitu tertulis bahwa ada kampus B Pelita Bangsa yang terletak di Bekasi. Saya pun mencoba mencarinya, namun saya tidak berhasil menemukannya. Mungkin sebenarnya saya sudah melewatinya kali yaa, tapi saya tidak menyadarinya. Kemudian saya cek lagi, ternyata masih ada kampus yang buka pendaftaran, yaitu BSI dan Nusa Mandiri. Saya pun mencoba mendaftar online di Nusa Mandiri, meskipun tidak ada jurusan yang sesuai dengan keinginan saya. Pendaftaran saya pun berhasil, namun saya belum membayarnya. Ketika saya ingin membayar, tiba-tiba uang masuk SMA adik saya kurang. Mau tidak mau, uang yang seharusnya saya pakai untuk kuliah, harus saya serahkan untuk biaya adik saya masuk SMA. Lalu umi saya menelepon saya, bahwa dia baru bisa transfer tanggal 10 September, sedangkan pendaftaran ditutup tanggal 9 September. Saya udah berkata untuk transfernya lebih cepat lagi, tapi umi saya mengatakan bahwa ada uangnya tanggal segitu. Pupus sudah harapan saya, saya pun bingung harus bagaimana lagi, sebab saya ingin cepat-cepat kuliah.

Ketika saya ingin mencari suatu dokumen di rak buku umi saya, tiba-tiba saya menemukan sebuah brosur lama dari Pelita Bangsa. Disitu tertulis bahwa alamatnya berada di Metland Tambun. Saya pun berpikir untuk mencari alamat tersebut. Waktu itu saya juga jalan-jalan dengan teman saya, tiba-tiba saya melihat brosur kampus Pelita Nusantara yang sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru juga. Saya lihat alamatnya, dan ternyata alamatnya sama dengan alamat dari Pelita Bangsa di brosur yang saya temukan di rak buku umi saya. Saya semakin bingung, sebenarnya yang ada di alamat itu kampus apa?. Setelah umi saya transfer, saya langsung menghubungi teman saya untuk mengantar saya mendaftar disitu. Tujuannya sih agar teman saya bisa berbicara semuanya, karena waktu itu saya masih sulit atau masih malu-malu untuk berkomunikasi. Setelah saya sampai sana, ternyata kampusnya berbentuk ruko. Jadi 3 ruko di jadikan menjadi satu, dan tertera jelas nama Pelita Nusantara.

Saya dan teman saya pun masuk ke dalam kampus itu, dan bertemu dengan administrasi kampus. Saya dijelaskan bahwa kuliah dikampus itu hanya sekitar 3,5 tahun, dan masuknya pun sore. Sebab kebanyakan dari mahasiswanya adalah seorang karyawan. Jadi menurut saya waktu itu sih kampus itu adalah kampus karyawan, namun berbentuk regular. Saya mengisi pendaftaran, dan membayar 1/3 nya dulu. Kemudian saya pulang untuk memenuhi syarat-syaratnya. Teman saya juga masih setia menemani saya. Saya kembali lagi ke kampus itu, dan memberikan semua persyaratannya. Lalu saya dijelaskan lagi bahwa nanti akan ada pemberitahuan lagi masuk kuliahnya kapan. Saya melihat ke jam yang ada di kampus, dan disitu tertera tulisan Kampus Pelita Bangsa, lalu saya juga melihat ke mading, dan disitu juga ada jadwal dari Pelita Bangsa. Akhirnya terpikir di benak saya bahwa mungkin kampus ini adalah cabang dari Pelita Bangsa atau memang masih dibawah naungan Pelita Bangsa.

Sesampainya dirumah, tiba-tiba saya berpikir tentang kampus ruko. Saya pun langsung mencari di google tentang kampus ruko. Ternyata banyak yang beranggapan negatif, namun tidak sedikit juga yang beranggapan positif. Dan saya dibuat semakin khawatir ketika ada bacaan bahwa banyak kampus di Bekasi yang di non aktifkan. Saya sempat berpikir, apakah kampus saya itu termasuk kampus yang tidak resmi. Tapi ternyata, kampus yang di non aktifkan itu justru malah kampus yang memiliki gedung sendiri. Hanya saja banyak pelanggaran yang pihak kampus itu lakukan, makanya kampus itu di non aktifkan. Namun ketika saya membaca lagi sekarang ini, kampus yang di non aktifkan itu sudah mulai aktif kembali kok. Namun perasaan saya masih belum tenang, sebab status kampus ruko itu masih mengganjal dihati saya. Sebulan pun telah berlalu, saya masih belum dihubungi juga oleh pihak kampus. Saya pun menjadi berpikir negatif, apakah saya sudah dibohongi?. Saya pun menghubungi teman saya lagi untuk mengantar saya ke kampus dan meminta penjelasan besok. Namun malamnya, tiba-tiba saya dihubungi oleh pihak kampus dan disuruh datang ke kampus untuk mengisi KRS.

Perasaan saya pun akhirnya mulai lega dan tenang. Namun saya juga masih menyimpan kecurigaan tentang kampus ruko, apalagi kampus ruko memang sudah dipandang buruk oleh teman-teman SMP saya, atau bahkan masyarakat sekitar. Sebenarnya saya sendiri sih tidak terlalu mempermasalahkannya, sebab menurut saya dimana pun kita belajar itu sama aja. Sekecil apapun ilmu yang kita dapatkan, pasti bakalan jauh lebih berguna jika kita mampu mengembangkan dan memanfaatkannya. Itu semua tergantung kita bagaimana menerima ilmu tersebut, dan untuk apa ilmu yang kita dapatkan itu. Percuma aja jika kita disekolahkan di tempat yang besar dan mahal, sedangkan kita sendiri hanya malas-malasan, serta tidak mau memanfaatkan ilmu itu. Sudah dulu yaa nasihatnya, kita kembali ke topik awal lagi. Setelah mengisi KRS, seminggu kemudian akhirnya saya mulai masuk kuliah. Dan ternyata mahasiswanya cukup banyak, meskipun kampusnya hanyalah ruko. Bukan hanya itu aja, lulusannya pun juga cukup banyak kok, bahkan juga ada beberapa yang sudah menjadi bos.

Kemudian salah satu dosen menjelaskan tentang kampus. Dosen yang ada di Pelita Bangsa dan Pelita Nusantara itu sama. Dosennya juga mengatakan bahwa gak usah khawatir tentang kampus ini. Sebab gedung yang ditempati oleh kampus ini sudah resmi dibeli. Mahasiswa dari Pelita Bangsa juga dulu sempat belajar disini, sebelum akhirnya di pindahkan ke gedung asli Pelita Bangsa di Cikarang. Namun masih banyak juga loh mahasiswa dari Pelita Bangsa yang masih tetap melanjutkan belajar di kampus ini. Ohh yaa, ternyata mahasiswa banyak karena memang caturwulan 1 dan 2 itu masih digabung. Sebab materi yang dipelajarinya masih dasar, sedangkan penjurusannya mulai caturwulan 3. Selain itu, kebanyakan mahasiswa yang ada di kampus itu adalah seorang perantau. Namun mereka semua tidak pernah mempermasalahkan tentang kampus ruko, mereka nyaman-nyaman aja kok. Bahkan ada juga teman saya yang berasal dari SMK yang mahal dan terkenal. Bukan hanya itu aja, yang seangkatan sama saya juga gak semuanya lulusan tahun 2016, ada juga loh yang udah memiliki keluarga dan anak. Ohh yaa saya hampir lupa, jadi saya mengambil jurusan Manajemen di kampus itu.

Hari pertama saya masuk kampus, saya masih agak canggung. Karena memang orang-orangnya gak ada yang saya kenal. Namun lama kelamaan, saya sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan kampus, dan perlahan-lahan saya juga memiliki banyak teman. Meskipun sampai saat ini masih ada yang mengganjal dihati saya tentang keresmian dari kampus, tapi saya tidak menyesal masuk kampus itu. Sebenernya bukan hanya ini aja sih yang buat hati saya mengganjal, namun jumlah jam dalam setiap mata kuliah. Kalau yang umumnya itukan 2 jam setiap 1 mata kuliah, tapi kalau di kampus saya cuma 1,5 jam setiap mata kuliah. Itulah yang membuat saya heran, yang kuliahnya S1 4 tahun atau D3 3 tahun aja belajarnya 2 jam setiap mata kuliah, lah saya yang katanya kuliah S1 cuma 3,5 tahun masa cuma 1,5 jam setiap mata kuliah. Kecuali kalau emang kuliahnya 4 tahun, baru saya percaya dan tidak heran. Sistem di kampus saya kan memakai caturwulan, dan bukan semester. Jadi kalau dihitung-hitung 1 caturwulan aja 4 bulan, nah total kuliahnya itu sampai caturwulan 12. Terus kalau dihitung matematika, 4 bulan dikali 12 bulan sama dengan 48 bulan, dan 48 bulan juga sama dengan 4 tahun.

Yaa kan, berarti emang waktunya sampai 4 tahun. Tapi saya juga gak tau pasti sih sistem belajar di kampus itu seperti apa. Dah lah saya tidak usah menyimpan banyak curiga, yang jelas saya tidak pernah menyesal sama sekali masuk kampus itu. Karena saya sudah nyaman banget berada di kampus itu. Bagi saya, kenyamanan itu sangatlah penting. Saya juga ingin mencoba bertanya kepada pihak kampus mengenai keresmiannya. Tapi saya masih kurang berani, takutnya saya menyinggung mereka. Namun saya juga berharap semoga keresmian dari kampus itu bisa dipertanggung jawabkan, biar tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal dihati saya. Dan yang pasti, biar uang yang selama ini dikeluarkan oleh saya dan teman-teman yang lain tidaklah sia-sia. Tapi saya selalu memegang kepercayaan, bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini.

Kini saya sudah mulai memasuki caturwulan 2, dan saya pun makin bahagia berada di kampus ini. Bukan hanya karena saya memiliki teman-teman yang baik, tapi yang paling terpenting dan utama adalah saya mendapatkan kenyamanan di kampus ini, dan saya pun semakin cinta kepada kampus saya. Meskipun saya gak berhasil kuliah di Pelita Bangsa, tapi seenggaknya saya bisa kuliah dicabang dari kampus Pelita Bangsa, yaitu Pelita Nusantara. Meskipun saya hanya kuliah di ruko, namun saya ingin membuktikan bahwa saya bisa, pasti bisa, dan harus bisa menjadi lebih baik dari teman-teman saya yang kuliah ditempat yang besar dan mahal. Tapi yang pasti, saat ini saya sedang menunggu kartu mahasiswa saya selesai dibuat. Agar saya bisa mengecek status kemahasiswaan saya di internet. Saya udah menanyakannya, katanya sih nanti ketika caturwulan 3 baru jadi. Kalau status mahasiswa saya jelas, maka tidak akan ada lagi yang mengganjal dihati saya ini.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Apabila ada kata yang kurang dipahami, atau ada kata-kata yang salah, maka saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Sebab saya juga merasa bahwa kata-kata yang saya tulis ini memang sangatlah sulit sekali untuk dipahami. Lagian saya juga memang hanyalah manusia biasa yang tidak pernah lepas dari kesalahan. Saya juga mohon maaf karena menyertakan nama-nama kampus lain di postingan saya. Jika memang ada pihak yang kurang berkenan, silakan komentar aja dibawah ini. Serta saya juga mohon maaf banget yaa, karena judul postingannya agak jauh dari topik. Soalnya saya memang bingung banget, ingin diberi judul apa postingan saya kali ini. Tapi kalau emang ada yang ingin mengusulkan sebuah judul untuk postingan ini, silakan komentar aja yaa. Jika memang cocok, mungkin judulnya akan saya ganti yang sesuai. Terakhir saya juga mohon doanya yaa sahabat blogger, mungkin beberapa hari lagi saya akan memiliki seorang adik lagi, sebab umi saya akan melahirkan. Doakan yaa agar proses persalinannya bisa berjalan lancar, serta umi dan adik saya bisa selamat dan tetap diberikan kesehatan. Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada sahabat blogger, karena sudah mau menyempatkan diri dan waktunya untuk membaca dan mengunjungi blog saya. Sekali lagi, Terima Kasih. ^_^
Baca Selengkapnya